Tampilkan postingan dengan label 24 (Duapuluh Empat) Bimbingan dalam Menggunakan HP Handpone. Tampilkan semua postingan
Bimbingan Ketiga: Memperhatikan Waktu
Waktu merupakan nikmat besar yang kebanyakan manusia melalaikannya. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma (bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda):
Ada dua kenikmatan yang kebanyakan
manusia melalaikannya: (1) kesehatan, dan (2) waktu luang. (HR. Al-Bukhari XI/196)
Waktu merupakan nikmat besar yang akan ditanyakan di
hadapan Allah ‘azza wa jalla. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda
:
Tidak akan bergeser kaki seorang hamba
pada hari kiamat nanti sampai dia ditanya tentang empat perkara: (1) tentang
umurnya untuk apa dia habiskan, (2) tentang masa mudanya untuk apa dia gunakan,
(3) tentang hartanya dari mana dia dapatkan dan (4) untuk apa dia infakkan.. (HR. At-Tirmidzi 2417, dan beliau
berkata: “hadits hasan shahih”, dan diriwayatkan dari shahabat Abu Barzah
Nadhlah bin ‘Ubaid Al-Aslami, dan dikeluarkan Al-Khathib dalam kitab Iqtidha’
Al-Ilmi wal Amal. Dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi
2417, beliau juga berkata dalam Ash-Shahih Al-Jami’ hadits no. 7300: “shahih”,
dan dalam As-Silsilah Ash-Shahihah hadits no. 946) [1]
Bimbingan Kedua: Yang Memulai Salam
Siapakah yang memulai salam? Si penelpon ataukah yang ditelpon?
Yang memulai salam hendaknya si penelepon, karena dia itu
seperti orang yang mengetuk pintu rumah orang lain dan meminta izin untuk
masuk. Sehingga dia harus memulai pembicaraannya dengan ucapan: ‘Assalamu
‘alaikum‘ atau ‘Assalamu ‘alaikum warahmatullah‘ atau Assalamu ‘alaikum
warahmatullahi wabarakatuh‘.
Maka yang ditelepon pun hendaknya menjawab dengan
mengucapkan: ‘Wa’alaikummussalam warahmatullahi wabarakatuh‘ atau dengan
jawaban yang sama persis diucapkan oleh yang memberi salam.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman
وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ
فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا
Apabila kamu diberi penghormatan dengan
sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik
dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). (An-Nisa’: 86)
Kemudian si penelpon hendaknya mengenalkan identitas
dirinya dengan menyebut nama atau julukan/panggilannya kepada orang yang
ditelepon tersebut, agar dia (yang ditelepon) tidak merasa kebingungan dengan
siapa dia berbicara dan apa tujuannya.
Jagalah Selalu Ucapkan Salam yang Islami
Sebagian manusia telah terbiasa ketika membuka percakapan dalam telepon (salam pembuka) dengan kata ‘Hallo‘. Asal kata ini adalah dari bahasa Inggris yang maknanya adalah ‘selamat datang‘, sehingga dari sini mereka telah terjatuh kepada sikap taqlid kepada dunia Barat.
Dan sebagian yang lain menjadikan salam pembuka di antara
mereka dalam bentuk celaan, caci makian, dan saling melaknat, mereka tidaklah
menempuh kecuali dengan kebiasaan seperti ini. Kemudian jika telah selesai dari
percakapannya ditutup dengan kalimat ‘selamat jalan‘ atau ‘bye bye‘.
Ini semua merupakan bentuk penyelisihian terhadap
tuntunan yang diajarkan oleh Islam, yaitu mengucapkan salam dan senantiasa
menjaganya, baik ketika memulai (berjumpa) maupun mengakhirinya (berpisah).
َيا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا
تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا
عَلَى أَهْلِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Wahai orang-orang yang beriman,
janganlah kalian memasuki rumah yang bukan rumah kalian sebelum meminta izin dan
memberi salam kepada penghuninya. yang demikian itu lebih baik bagi kalian,
agar kalian (selalu) ingat. (An-Nur: 27)
Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman
فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا
عَلَى أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً
Maka apabila kalian memasuki (suatu
rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kalian memberi salam kepada
(penghuninya yang berarti memberi salam) kepada diri kalian sendiri, salam yang
ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi barakah lagi baik. (An-Nur: 61)
Langganan:
Postingan (Atom)

