Tampilkan postingan dengan label Cerita Inspiratif. Tampilkan semua postingan
  • Kisah Penuh Hikmah Tentang Kesempurnaan

    [Baca dengan tenang sambil direnungkan]

    Suatu hari, seorang murid bertanya kepada gurunya:

    ..."Wahai tuan guru, bagaimana cara agar kita mendapatkan sesuatu yang paling sempurna dalam kehidupan ini..?"

    Sang Guru menjawab:

    "Berjalanlah di taman bunga, lalu petiklah bunga yang paling indah menurutmu dan jangan pernah kembali ke belakang..!"

    Setelah berjalan dan sampai di ujung taman, sang murid kembali dengan tangan hampa..

    Lalu Sang Guru bertanya :

    "Mengapa kamu tidak mendapatkan bunga satu pun...???"

    Sang murid menjawab:

    "Sebenarnya tadi aku sudah menemukannya, tapi aku tidak memetiknya, karena aku pikir mungkin di depan pasti ada yang lebih indah. Namun ketika aku sudah sampai di ujung, aku baru sadar bahwa yang aku lihat tadi adalah yang terindah, dan aku pun tak bisa kembali lagi kebelakang..!"

    Sambil tersenyum, Sang Guru berkata :

    "Ya, begitulah kehidupan wahai muridku..! Betapa sering manusia mengejar yang sempurna dengan meninggalkan yang terbaik untuknya dan pada akhirnya ia tidak mendapatkan semuanya..

    Kesempurnaan yang hakiki hanya milik Allah. Kita harus belajar ikhlas menerima apa yang Allah berikan kepada kita. Dan kita harus yakin bahwa pilihan Allah untuk kita adalah yang terbaik bagi kita..

    Belajarlah mensyukuri dan mengembangkan anugerah yang Allah berikan..."

    Alhamdulillaah Wasysyukru Lillaah, Terima Kasih yaa Allah..!

    Oleh ustadz Abdullah Sholeh Hadrami
  • Menikah Adalah Keajaiban



      
    Saya selalu mengatakan bahwa menikah adalah hal yang sangat kodrati. Dalam bahasa saya, menikah tidak dapat dimatematiskan. Jika suatu saat ada orang yang mengatakan, �secara materi saya belum siap,� saya akan selalu mengejar dengan pertanyaan yang lain, �berapa standar kelayakan materi seseorang untuk menikah?�
    Tak ada. Sebenarnya tak ada. Jika kesiapan menikah diukur dengan materi, maka betapa ruginya orang-orang yang papa. Begitu juga dengan kesiapan-kesiapan lain yang bisa diteorikan seperti kesiapan emosi, intelektual, wawasan dan sebagainya. Selalu tak bisa dimatematiskan. Itulah sebabnya saya mengatakan bahwa menikah adalah sesuatu yang sangat kodrati.
    Bukan dalam arti saya menyalahkan teori-teori kesiapan menikah yang telah dibahas dan dirumuskan oleh para ustadz. Tentu saja semua itu perlu sebagai wacana memasuki sebuah dunia ajaib bernama keluarga itu.
    Sebagai contoh saja, banyak pemuda berpenghasilan tinggi, namun belum juga merasa siap untuk menikah. Belum cukup, lah... itu alasan yang paling mudah dijumpai. Dengan gaji sekarang saja saya hanya bisa hidup pas-pasan. Bagaimana kalau ada anak dan istri? Oya, saya juga belum punya rumah....
    O-o... Saudaraku, kalau kau menunggu gajimu cukup, maka kau tak akan pernah menikah. Bisa jadi besok Allah menghendaki gajimu naik tiga kali lipat. Tapi percayalah, pada saat yang bersamaan, tingkat kebutuhanmu juga akan naik... bahkan lebih tiga kali lipat. Saat seseorang tak memiliki banyak uang, ia tak berpikir pakaian berharga tertentu, televisi, laptop... atau mungkin hp merk mutakhir. Saat tak memiliki banyak uang, makan mungkin cukup dengan menu sederhana yang mudah ditemui di warung-warung pinggir jalan. Tapi bisakah demikian saat Anda memiliki uang? Tidak akan. Selalu saja ada keinginan yang bertambah, lajunya lebih kencang dari pertambahan kemampuan materi. Artinya, manusia tidak akan ada yang tercukupi materinya.
    Menikah adalah sebuah elemen kodrati sebagaimana rezeki dan juga ajal. Tak akan salah dan terlambat sampai kepada setiap orang. Tak akan bisa dimajukan ataupun ditahan. Selalu tepat sesuai dengan apa yang telah tersurat pada awal penciptaan anak Adam.
  • Seorang Office Boy"

    Seorang pria pengangguran melamar posisi "office boy" di sebuah perusahaan yang sangat besar.

    Bos perusahaan mewancarainya, kemudian ujian: membersihkan lantai....

    "Kau diterima kerja," kata bos perusahaan itu. "Berikan emailmu padaku, dan aku akan mengirim formulir lamaran yang harus kau isi, juga kapan kau mulai kerja akan diberitahu juga lewat email itu."

    Pria pengangguran itu menjawab, "Saya tidak punya komputer, saya juga tidak punya email."

    "Maaf kalau begitu," kata si bos, "jika kau tidak punya email itu berarti kau tidak ada. Dan yang tidak ada, tidak bisa memperoleh pekerjaan."

    Pria pengangguran itu pergi tanpa harapan. Dia tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan, hanya dengan uang $10 di kantongnya.

    Dia kemudian memutuskan pergi ke supermarket, membeli 10 kilogram tomat, kemudian menjual tomat-tomat itu dari rumah ke rumah. Kurang dari dua jam, dia berhasil menggandakan modalnya.

  • Copyright © 2013 - Unbreakable Machine Doll - Ilmu Bermanfaat - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan