Jagalah Selalu Ucapkan Salam yang Islami
Sebagian manusia telah terbiasa ketika membuka percakapan dalam telepon (salam pembuka) dengan kata ‘Hallo‘. Asal kata ini adalah dari bahasa Inggris yang maknanya adalah ‘selamat datang‘, sehingga dari sini mereka telah terjatuh kepada sikap taqlid kepada dunia Barat.
Dan sebagian yang lain menjadikan salam pembuka di antara
mereka dalam bentuk celaan, caci makian, dan saling melaknat, mereka tidaklah
menempuh kecuali dengan kebiasaan seperti ini. Kemudian jika telah selesai dari
percakapannya ditutup dengan kalimat ‘selamat jalan‘ atau ‘bye bye‘.
Ini semua merupakan bentuk penyelisihian terhadap
tuntunan yang diajarkan oleh Islam, yaitu mengucapkan salam dan senantiasa
menjaganya, baik ketika memulai (berjumpa) maupun mengakhirinya (berpisah).
َيا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا
تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا
عَلَى أَهْلِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Wahai orang-orang yang beriman,
janganlah kalian memasuki rumah yang bukan rumah kalian sebelum meminta izin dan
memberi salam kepada penghuninya. yang demikian itu lebih baik bagi kalian,
agar kalian (selalu) ingat. (An-Nur: 27)
Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman
فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا
عَلَى أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً
Maka apabila kalian memasuki (suatu
rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kalian memberi salam kepada
(penghuninya yang berarti memberi salam) kepada diri kalian sendiri, salam yang
ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi barakah lagi baik. (An-Nur: 61)
BERGETAR HATI MEMBACA INI
Suatu hari, anak seorang lelaki miskin
yang hidup dari menjual asongan dari
pintu ke pintu menemukan bahwa
kantongnya hanya tersisa beberapa
sen uangnya, dan dia sangat lapar.
Anak lelaki tersebut memutuskan
untuk meminta makanan dari rumah
berikutnya. Akan tetapi, anak itu
kehilangan keberanian saat seorang
wanita muda membuka pintu rumah.
Anak itu tidak jadi meminta makanan,
dia hanya berani meminta segelas air.
Wanita muda tersebut melihat dan
berpikir bahwa anak lelaki tersebut
pastilah lapar. Oleh karena itu, dia
membawakan segelas susu. Anak
lelaki itu meminumnya dengan
lambat.
... TITIP SATU CINTAKU YA ALLAH ...
Semoga cinta ini adalah cinta misi,
bukan cinta nafsu.. Sehingga
bisa membuatku lebih ikhlas dan bersabar
dlm setiap prosesnya,dlm setiap
penantiannya..
Ya Allah, Maha Pemilik Cinta,
Aku titipkan satu cinta itu padamu,
Jangan kau hadirkan dulu saat ini,jadikanlah
itu sangat indah suatu saat nanti.. ketika
waktunya telah tiba..
Waktu yang paling tepat dengan seseorang
yang tepat yang telah Kau persiapkan sejak
dulu..
Manusia hanyalah pengendara di atas punggung usianya.
Digulung hari demi hari, bulan, dan tahun tanpa terasa.
Nafas kita terus berjalan seiring jalannya Waktu, setia menuntun kita ke pintu kematian..
Sebenarnya dunialah yang makin kita jauhi dan liang kuburlah yang makin kita dekati.
Satu hari berlalu, berarti satu hari pula berkurang umur kita.
Umur kita yang tersisa di hari ini sungguh tak ternilai harganya, sebab esok hari
belum tentu jadi bagian dari diri kita.
Karena itu,
jika hari berlalu tapi tiada Kebaikan dan
Kebajikan yang kita lakukan maka akan keringlah batin kita.
Jangan tertipu dengan usia muda, karena syarat untuk mati tidaklah harus tua.
Mereka Yang Terlupakan
Aku terbangun dari kotor dan dinginnya bawah jembatan ini. Begitu juga dari suara-suara kendaraan bermotor yang silih berganti. Tapi ini sudah biasa bagiku. Ketika kubuka mata ini, pikiran dan perutku seakan mengerti. Saatnya kucari sesuap nasi. Menelusuri rimba rayanya kota, tertatih pada rintih kaki dan berpeluh pada guritan derita.
Kakiku terus
melangkah, sementara perutku pun terus mendendangkan lagu keroncongnya. Kutilik
dibalik rumah mewah itu. Bahagia sekali, mereka sarapan pagi bersama dengan makanan
telah tersaji diatas meja. Sementara aku?? Berapa kilometer lagi harus
kutempuh?? “Aku tak seberuntung mereka”.
Di teriknya
matahari yang seakan ingin membakar kulitku, aku harus mengais rejeki. Di
jalanan, di perempatan, di warung-warung, tak peduli betapa teriknya siang ini.
Dengan lagu kudendangkan juga dengan tangan menengadah. Pengemis, pengamen,
mungkin itu kata yang lebih tepat. Anak jalanan, anak terlantar, apapun kata
mereka aku tak peduli. Buat aku yang terpenting adalah bagaimana menyambung
nyawaku.
Memberilah, meskipun hanya seuntai Do’a
Seorang pria separuh baya berjalan menapaki ramainya kendaraan yang berlalu lalang. Diantara keramaian itu, di atas pundaknya memikul sebuah meja kecil yang cukup berat. Dengan sabar ia berjalan selangkah demi selangkah dengan menanggung beratnya meja yang ntah kemana mau di antar. Kendaraan yang lewat seakan tidak mau mengalah, semua yang lewat seakan di kejar oleh sang waktu sehingga pria tersebut harus hati-hati sambil menanti dirinya cukup aman untuk menyeberangi jalanan yang cukup besar disana.
Selang waktu
beberapa menit kemudian, di tengah-tengah kemacetan saya melihat seorang nenek
mendorong sebuah gerobak berisikan mainan anak-anak yang terbuat dari plastik.
Suara gerobak yang di dorongnya seakan menunjukkan bahwa dirinya harus keras
terhadap dunia. Untaian langkahnya tidak seperti para pedagang-pedagang yang
saya lihat, langkah demi langkahnya seakan penuh dengan makna, penuh
dengan harapan agar barang dagangannya dapat terjual.
SEGMENTASI PASAR
Pokok bahasan ini meliputi :
- Arti pasar
- Memilih pasar yang yang dituju
- Jenis-jenis pasar
- Segmentasi pasar
- Dasar-dasar untuk mengadakan segmentasi pasa
1. ARTI PASAR
Pengertian tentang pasar
sering membingungkan karena istilah pasar mempunyai berbagai macam arti. Orang
dapat mengatakan tentang pasar modal, pasar burung, pasar sepeda, pasar mobil
bekas, pasar pemerintah dan seterusnya. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan
pasar? Penggunaan istilah “pasar” dapat diterapkan dalam teori ekonomi, dalam dunia
usaha pada umumnya, dan dalam bidang pemasaran khususnya. Oleh karena itu kita
akan mengenal beberapa definisi tentang pasar.
Definisi menyatakan bahwa :
Pasar adalah tempat dimana
pembeli dan penjual bertemu dan berfungsi, barang atau jasa tersedia untuk
dijual, dan terjadi perpindahan hak milik.
Sedangkan yang kedua menyatakan bahwa : Pasar
adalah jumlah seluruh permintaan barang atau jasa oleh pembeli-pembeli
potensial.
Dalam definisi yang pertama terdapat suatu keadaan
dan kekuatan tertentu yang dapat menentukan harga, yaitu bertemu pembeli dan
penjual dengan fungsi yang mereka lakukan masing-masing. Istilah “pasar” pada
definisi yang kedua sering ditukarkan dengan istilah “permintaan”, bahkan
sering pula dipakai secara bersama-sama sebagai permintaan pasar (market
demand).
Kedua definisi tersebut
masih dianggap sebagai definisi yang agak sempit dan kurang memadai. Oleh
karena itu kita akan menggunakan definisi pasar yang lebih luas (dikemukakan
oleh William J. Staton) berikut ini.
Pasar adalah orang-orang
yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja, dan kemauan untuk
membelanjakannya.
Langganan:
Postingan (Atom)

