JUDUL PENELITIAN
JUDUL PENELITIAN
r Identitas atau cermin jiwa
penelitian.
r
Wujudnya merupakan
kalimat pernyataan bukan kalimat
pertanyaan; kata-katanya konkrit bukan kata-kata umum.
r
Jelas (tidak
kabur); singkat (tidak bertele-tele); deskriptif (berkaitan/runtut); tidak
terlalu puitis/bombastis; dan dibuat semenarik mungkin; informatif.
FUNGSI UTAMA JUDUL PENELITIAN
r
Bagi peneliti: kompas dalam melakukan
penelitian (penentu data yang diperlukan,sumber, instrumen dan teknik
pengumpulan data) dan menyusul laporan riset (pengolahan, penyajian data, dan
analis data).
r
Bagi pembaca: memberikan informasi singkat
tentang obyek/substansi telaah, wilayah dan metode riset.
DASAR PERUMUSAN JUDUL PENELITIAN:
r
Mengetahui status
sesuatu.
Contoh: Tanggapan masyarakat tentang
pelaksanaan Otonomi Daerah bagi peningkatan kualitas layanan publik.
r
Membandingkan dua
fenomena atau lebih.
Contoh: mekanisme penyusunan APBD Berdasarkan
Perda dan Kepmendagri
r
Mengetahui hubungan
atau pengaruh dua fenomena atau lebih.
Contoh: Hubungan antara Diklat
Pegawai dengan Kemampuan Aparatur Publik
PEMILIHAN DAN PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN
MASALAH PENELITIAN:
A KETIDAKSERASIAN/KESENJANGAN ANTARA KEADAAN SEHARUSNYA (DAS
SOLLEN) DAN KEADAAN SENYATANYA (DAS SEIN) SEHINGGA MENIMBULKAN KETIDAKPUASAN, KEINGINTAHUAN
A KONTRADIKSI DATA EMPIRIS, PENGALAMAN
,KONSEP/TEORI, KEBUDAYAAN,PERATURAN/KEBIJAKAN DAN UNSUR-UNSUR LAINNYA.
SUMBER MASALAH PENELITIAN:
r Pengamatan terhadap alam sekitar (lingkungan)
r kegiatan manusia yang didorong oleh rasa ingin tahu.
r Membaca referensi dan sumber informasi lain (buku, koran,
majalah, jurnal dll).
r Dorongan dalam diri yang memunculkan intuisi.
r Yang penting adalah eksplorasi :
1. seseorang dapat menemukan topik penelitian ketika di kamar
tidurnya, atau sehabis bangun tidur, atau pada saat minum kopi di pagi hari.
2. dari pengalaman berinteraksi dengan anggota masyarakat,
di mana saja dan kapan saja.
3. Semakin banyak orang membaca (iqra) lingkungannya,
semakin banyak dan mudah pula dia menemukan topik-topik penelitian. Lingkungan
sebenarnya memberi peluang yang amat sangat luas bagi kegiatan eksplorasi ini.
Lingkungan adalah sumber aspirasi manusia untuk berkarya, dan dari
lingkungannyalah seseorang menemukan dirinya.
4. Dalam aktivitas formal eksplorasi sumber topik dan
masalah penelitian dapat dilakukan terhadap berbagai lembaga riset yang ada di
perguruan tinggi, instansi swasta maupun instansi pemerintah,
5.
Selain itu pula, topik-topik penelitian dapat
dieksplorasi dari berbagai diskusi dengan orang-orang tertentu, seperti calon
sponsor, calon konsultan atau calon pembimbing2, atau juga dengan
calon promo tor atau copromotor.
6.
Dapat juga berdiskusi dengan teman sejawat
atau teman mahasiswa seangkatan.
UNSUR-UNSUR PENELITIAN ILMIAH
KONSEP
r UNSUR PENELITIAN YG TERPENTING &
MERUPAKAN DIFINISI YANG DIPAKAI PENELITI UNTUK MENGGAMBARKAN SECARA ABSTRAK
FENOMENA SOSIAL
Contoh :
r menggambarkan pencurian, pemerkosaan, pembunuhan dengan konsep KRIMINALITAS
r
Mengonsepsi perilaku salah prosedur dalam
birokrasi sebagai kategori dari fenomena penyalahgunaan
wewenang;
r kebiasaan membolos kerja sebagai kategori dari fenomena ketidakdisiplinan;
r kebiasaan melakukan pencatatan terhadap pengeluaran
aliran keuangan perusahaan sebagai kategori manajemen keuangan perusahaan yang baik.
PROPOSISI
r PERNYATAAN TENTANG SIFAT DARI
REALITAS YANG DAPAT DIUJI KEBENARANNYA (BIASANYA BERUPA PERNYATAAN TENTANG
HUBUNGAN 2 KONSEP /LEBIH)
Contoh:
Penerimaan Kontrasepsi modern oleh suami istri di
pedesaan dipengaruhi oleh persepsi mereka tentang nilai ekonomis anak
PENDEKATAN POSTPOSITIVISTIK : LANDASAN FILOSOFIS METODE KUALITATIF
PENELITIAN KUALITATIF (PENGERTIAN)
Menurut Bogdan&Taylor,1975
r Proses penelitian yg bertujuan mengumpulkan, mendeskrisikan, menganalisis
data deskriptif berupa: tulisan, ungkapan & prilaku manusia yg diamati
r Tdk bertujuan menguji teori/hipotesis, namun menyusun, mengembangkan teori/hipotesis & mendeskripsikan
kenyataan sosial
r Mengumpulkan, menganalisis bukti empirik (data)
secara sistematik utk memahami dan menjelaskan kehidupan sosial yang dikaji secara mendalam
r Data yg dikumpulkan yang berupa angka, melainkan
kata2, kalimat,ungkapan panjang (walau data numerik tdk diharamkan)
r Fokus: subjective meaning, makna2, simbol, deskripsi kasus khusus atas
berbagai kehidup sosial
CIRI-CIRI METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF
Menurut
Newman (1996)
r Mengutamakan konteks
sosial, dimana tindakan sosial itu terjadi,setting
alamiah & kerangka
fikir subjek (contoh: kawin lari di
Lampung, Sambung ayam di Bali)
r Pendekatan studi kasus: kumpulkan sejumlah besar informasi pada
beberapa (sejumlah kecil) kasus, masuk kedalam, mendetail untuk
temukan pola,tindakan,sikap org2 dlm konteks sosial scr utuh
r Mengutamakan integritas
peneliti: hub dekat dgn subjek tdk terjebak pada
subjektivitas
r Membangun teori dr data: berangkat dr masalah penelitian,bukan teori
r Mencermati proses : mengamati proses, urutan peristiwa dari kasus yg
diteliti utk lihat perkemb kasus terus menerus (waktu agak lama)
r
Intepretasi kaya dan mendalam, mulai dari:
a)The first interpretation menginterpretasikan
data dgn cara menemukan bagaimana org-org yg diteliti memberi makna atas dunia
mereka sendiri;
b)The second interpretation, peneliti
mengkonstruksikan makna tadi dalam
kaitannya dengan makna lain sesuai
konteksnya;
c) The third interpretation, Peneliti
bergerak lebih jauh, yaitu menghubungkan interpretasi tahap 2 dgn teori umum (general
theory)
PENDEKATAN POSITIVISTIK : LANDASAN FILOSOFIS METODE KUANTITATIF
1. Metodologi penelitian kuantitatif + teknik statistiknya (abad ke-18, Aguste
Comte- abad ini). Didukung teknologi komputer, berkembang teknik-teknik
analisis statistik yang mendukung pengembangan penelitian kuantitatif.
2. Metodologi penelitian kuantitatif statistik menjadi lebih bergengsi,
lebih-lebih sejumlah kenyataan calon ilmuwan+mahasiswa menggunakan metodologi
kualitatif, alasan dan bukti menunjukkan
ketidakmampuan para mahasiswa menguasai teknik-teknik analisis statistik
3. Positivisme mengembangkan metodologi ke dalam logika
matematik; dan dikembangkan lebih jauh lagi dalam logika induktif, yaitu: ilmu
itu bergerak naik dari fakta-fakta khusus fenomenal ke generalisasi teoretik.
PENELITIAN KUANTITATIF (PENGERTIAN)
r Metode penelitian yang mengejar sesuatu yang terukur, teramati, yang emperi sensual,
menggunakan logika matematik, dan
membuat generalisasi atas rerata; mengakomodasi deskripsi verbal menggantikan
angka, atau menggabungkan olahan statistik dengan olahan verbal dengan pola
fikir tetap kuantitatif.
CIRI-CIRI METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF :
1. Mengejar hal yang terukur, teramati
2. Generalisasi atas rerata keragaman individual atau rerata frekuensi
3. Rancangan penelitian yang menspesifikkan obyeknya secara
eksplisit dieliminasikan dari obyek-obyek lain yang tidak diteliti.
4. Tata fikir logik, yaitu:
korelasi, kausalitas, dan interaktif
PERSPEKTIF/PARADIGMA/PENDEKATAN DALAM PENELITIAN SOSIAL
1. Positivist (Deduktif-Umum Khusus): Mencari fakta atau sebab
musabab gejala sosial dengan tidak memperhatikan keadaan subjek individu,
bertolak dari hal yang umum (teori, hukum, dalil).
2. Post-Positivist (Induktif-Khusus
Umum): Memahami perilaku manusia
dari kerangka berfikir pelaku, bertolak dari hal yang khusus, kenyataan
tertentu, fenomena tertentu
Apa Perbedaan Keduanya?
|
No
|
Substansi
|
Positivist/kuantitatif
|
Post-Positivist/kualitatif
|
||||
|
1
|
Konsep/Teori
|
Sangat
penting sebagai landasan perumusan hipotesis (teori, hukum,
dalil, model).
|
Tidak
terlalu penting, pijakan awal pemahaman
|
||||
|
|
|
Variabel dan hipotesis suatu kemutlakan
|
Tidak
mengenal istilah variabel dan hipotesis
|
||||
|
|
|
Uji
teori (hipotesis)
|
Merumuskan
teori melalui proposisi
|
||||
|
2
|
Data/Informasi
|
Didominasi
data angka dan sesuatunya cenderung dikuantifikasi
|
Dominan
data verbal (teks, wawancara). Angka hanya untuk penyebutan
|
||||
|
3
|
Format
Proposal
|
Kaku,
rigit dan sangat ketat
|
Fleksibel
dan tentatif
|
||||
|
4
|
Kerangka
Pikir
|
Lebih
menunjukkan hubungan antar variabel (XรจYรจZ)
|
Lebih
menunjukkan kronologis fakta/fenomena yang disertai konsep/teori/model untuk
memahaminya
|
||||
|
5
|
Metode Riset
|
Kuantitatif
(sebutkan secara khusus)
|
Kualitatif
(sebutkan secara khusus)
|
||||
|
|
Instrumen Pengumpulan Data
|
Angket
yang sudah didesain sesuai variabel dan manipulasi indikator (utama)
|
Peneliti
dilengkapi guide interview untuk melakukan wawancara mendalam
|
||||
|
|
|
Informasi
tambahan diperoleh melalui dokumen, wawancara dan observasi
|
Observasi
dan penilaian subyek (informan) penelitian terhadap fenomena/fakta tertentu.
|
||||
|
|
Penjabaran Masalah
|
Definisi KonseptualDefinisi Operasional
Variabel
Penelitian
Indikator
|
Fokus
Penelitian
Dimensi
yang dikaji
|
||||
|
|
Penyajian data
|
Tabulasi
angka (table sheet)
|
Tabulasi
teks (verbal hasil wawancara, observasi dan pengakuan subyek)
|
||||
|
|
Pembahasan (Analisis dan
interpretasi)
|
Menggunakan
bantuan statistik sesuai dengan
karakter masalah, jenis dan skala data.
Uraian
singkat tentang arti hasil perhitungan dan mengkomparasikan-nya dengan teori.
|
Double
heurmenetic (penyampaian prolog emic/meaning; kupasan prolog etic dan perang
tanding data dengan teori untuk ‘value loaden data’ รจ proposisi
|
||||
PENELITIAN SOSIAL (SOCIAL RESEARCH)
RISET berasal dari kata Re=kembali, Search=mencari.
RISET atau PENELITIAN adalah:
Kegiatan mencari ulang, mengungkapkan kembali gejala atau kenyataan yang sudah ada untuk direkonstruksi guna memperoleh kebenaran tentang sesuatu yang dipertanyakan dalam riset (5 W+1H) dgn tujuan mendapatkan pengetahuan baru
Secara garis besar, kategori riset dapat dibedakan menjadi 2 kelompok keilmuan, yaitu:
r Riset untuk ilmu-ilmu eksakta (ilmu pasti)
r Riset untuk ilmu-ilmu sosial (rumpun ilmu humaniora).
Apa perbedaan keduanya:
Substansi |
Ilmu Eksakta |
Ilmu Sosial |
Sifat Objek |
Materi |
Manusia (Sifat dan Perilaku) |
Berwujud |
Abstrak |
|
Bisa dimanipulasi dan direkayasa |
Sulit atau bahkan tidak mungkin dimanipulasi dan direkayasa |
|
Sifat Kebenaran |
Absolut (relatif pasti) |
Kebenaran ganda (tergantung konteks) |
Sifat Ukuran |
Kuantitas |
Kualitas |
Langganan:
Postingan (Atom)

