Hipotesis
A. Pengertian Hipotesis
Margono (2004: 80) menyatakan bahwa hipotesis berasal dari
perkataan hipo (hypo) dan
tesis (thesis). Hipo berarti kurang dari, sedang tesis berarti pendapat. Jadi hipotesis adalah suatu pendapat atau kesimpulan yang sifatnya masih sementara, belum benar-benar berstatus
sebagai suatu tesis. Hipotesis memang baru merupakan suatu kemungkinan jawaban dari masalah yang diajukan. Ia mungkin timbul sebagai dugaan
yang
bijaksana dari si peneliti atau diturunkan (deduced) dari teori yang telah ada.
Pada bagian lain, Margono (2004: 67) pun mengungkapkan pengertian lainnya tentang hipotesis. Ia menyatakan bahwa hipotesis adalah jawaban
sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoretis dianggap paling
mungkin atau paling tinggi tingkat kebenarannya. Secara teknik, hipotesis
adalah pernyataan mengenai keadaan populasi yang akan diuji kebenarannya melalui data yang diperoleh dari sampel penelitian. Secara statistik, hipotesis merupakan pernyataan keadaan parameter yang akan diuji melalui
statistik sampel. Di dalam hipotesis itu terkandung suatu ramalan.
Ketepatan ramalan itu tentu tergantung pada penguasaan peneliti itu atas
ketepatan
landasan teoritis dan generalisasi yang
telah
dibacakan pada
sumber-sumber
acuan ketika melakukan telaah pustaka.
Mengenai pengertian hipotesis ini, Nazir
(2005: 151) menyatakan
bahwa hipotesis tidak lain dari jawaban sementara terhadap permasalahn
penelitian, yang
kebenarannya
harus diuji secara empiris. Menurutnya,
hipotesis menyatakan hubungan apa yang
kita cari
atau yang
ingin kita pelajari. Hipotesis
adalah
pernyataan yang
diterima secara sementara sebagai suatu kebenaran sebagaimana adanya, pada saat fenomena dikenal
dan merupakan dasar kerja serta panduan dalam verifikasi. Hipotesis adalah
keterangan sementara dari hubungan fenomena-fenomena yang kompleks.
Trelease (Nazir, 2005: 151) memberikan definisi hipotesis
sebagai “suatu keterangan sementara
sebagai
suatu
fakta
yang dapat
diamati”.
Sedangkan Good dan Scates (Nazir,
2005:
151)
menyatakan bahwa hipotesis
adalah sebuah taksiran atau referensi
yang dirumuskan
serta diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta-fakta yang diamati ataupun kondisi-kondisi yang diamati, dan digunakan sebagai petunjuk untuk langkah-langkah penelitian selanjutnya. Kerlinger (Nazir, 2005: 151)
menyatakan bahwa hipotesis adalah
pernyataan yang bersifat terkaan dari
hubungan antara dua atau lebih variabel.
Landasan Teori
Anda masih ingat judul atau topik yang akan Anda teliti? Apakah masalah penelitiannya sudah dirumuskan
dengan rinci (artinya
ada rumusan masalah umum dan rumusan masalah khusus)? Jika sudah, coba Anda kaji ada berapa
variabel yang ada dalam rumusan judul penelitian Anda tersebut dan variabel- variabel
apa saja yang akan Anda kaji
lebih rinci?
Jika belum, maka sebaiknya Anda
rumuskan dulu
judul dan masalah penelitiannya dengan
lengkap
sehingga akan dapat membantu Anda dalam
mempercepat pemahaman untuk mempelajari modul ini.
Setiap kali melakukan penelitian, peneliti harus terlebih dahulu mengkaji
teori yang relevan dengan masalah
penelitian. Untuk dapat melakukan pengkajian teori sebagai landasan
landasan penelitian, peneliti terlebih dahulu harus memahami konse-konsep dasar tentang teori.
A. Pengertian Teori
Istilah teori telah banyak diungkap oleh beberapa ahli. Sukmadinata
(1999: 17) menyatakan
bahwa “teori merupakan suatu set atau
sistem pernyataan (a set of statement) yang menjelaskan serangkaian hal”.
Teori merupakan
abstraksi
dari
pengetahuan pengertian
atau
hubungan dari
proporsi atau dalil. Menurut Kerlinger dalam Nazir (2005:19) menyatakan
bahwa teori adalah sebuah set konsep atau construct yang berhubungan
satu
dengan yang lainnya, suatu set dari proporsi yang mengandung suatu pandangan sistematis dan fenomena.
Menurut Sukmadinata (1999: 17) ada tiga kelompok karakteristik utama sistem pernyataan suatu teori.
Pertama, pernyataan
dalam suatu
teori
bersifat memadukan (unifying statement). Kedua, pernyataan tersebut berisi
kaidah-kaidah umum
(universal
preposition).
Ketiga, pernyataan bersifat neramalkan (predictive
statement).
Rose dalam
Sukmadinata
(1999:18)
menyatakan bahwa
karakteristik pernyataan
(set of statement) tersebut
meliputi definisi, asumsi, dan kaidah-kaidah umum. Dalam rumusan yang lebih kompleks, teori
ini juga menyangkut hukum-hukum, hipotesis, dan deduksi-deduksi yang logis-sistematis. Teori harus mampu menjangkau ke
depan, bukan hanya menggambarkan apa adanya tetapi mampu meramalkan (prediktif)
apa yang akan terjadi
atas suatu hal.
Nazir (2005:19)
menyatakan bahwa ada tiga hal yang perlu diperhatikan jika ingin mengenal
teori.
Ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut:
1. Teori adalah sebuah set proposisi yang terdiri atas konstrak (construct) yang sudah didefinisikan secara luas dan dengan hubungan unsur-unsur
dalam set tersebut secara jelas pula.
2. Teori menjelaskan hubungan antarvariabel atau antarkonstrak (construct)
sehingga pandangan
yang sistematis dari
fenomena-fenomena
yang
diterangkan oleh variabel dengan jelas kelihatan.
3. Teori menerangkan fenomena dengan cara menspesifikasikan variabel
mana yang berhubungan dengan variabel
mana.
Langganan:
Postingan (Atom)

