PENDEKATAN POSITIVISTIK : LANDASAN FILOSOFIS METODE KUANTITATIF
1. Metodologi penelitian kuantitatif + teknik statistiknya (abad ke-18, Aguste
Comte- abad ini). Didukung teknologi komputer, berkembang teknik-teknik
analisis statistik yang mendukung pengembangan penelitian kuantitatif.
2. Metodologi penelitian kuantitatif statistik menjadi lebih bergengsi,
lebih-lebih sejumlah kenyataan calon ilmuwan+mahasiswa menggunakan metodologi
kualitatif, alasan dan bukti menunjukkan
ketidakmampuan para mahasiswa menguasai teknik-teknik analisis statistik
3. Positivisme mengembangkan metodologi ke dalam logika
matematik; dan dikembangkan lebih jauh lagi dalam logika induktif, yaitu: ilmu
itu bergerak naik dari fakta-fakta khusus fenomenal ke generalisasi teoretik.
PENELITIAN KUANTITATIF (PENGERTIAN)
r Metode penelitian yang mengejar sesuatu yang terukur, teramati, yang emperi sensual,
menggunakan logika matematik, dan
membuat generalisasi atas rerata; mengakomodasi deskripsi verbal menggantikan
angka, atau menggabungkan olahan statistik dengan olahan verbal dengan pola
fikir tetap kuantitatif.
CIRI-CIRI METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF :
1. Mengejar hal yang terukur, teramati
2. Generalisasi atas rerata keragaman individual atau rerata frekuensi
3. Rancangan penelitian yang menspesifikkan obyeknya secara
eksplisit dieliminasikan dari obyek-obyek lain yang tidak diteliti.
4. Tata fikir logik, yaitu:
korelasi, kausalitas, dan interaktif
PERSPEKTIF/PARADIGMA/PENDEKATAN DALAM PENELITIAN SOSIAL
1. Positivist (Deduktif-Umum Khusus): Mencari fakta atau sebab
musabab gejala sosial dengan tidak memperhatikan keadaan subjek individu,
bertolak dari hal yang umum (teori, hukum, dalil).
2. Post-Positivist (Induktif-Khusus
Umum): Memahami perilaku manusia
dari kerangka berfikir pelaku, bertolak dari hal yang khusus, kenyataan
tertentu, fenomena tertentu
Apa Perbedaan Keduanya?
|
No
|
Substansi
|
Positivist/kuantitatif
|
Post-Positivist/kualitatif
|
||||
|
1
|
Konsep/Teori
|
Sangat
penting sebagai landasan perumusan hipotesis (teori, hukum,
dalil, model).
|
Tidak
terlalu penting, pijakan awal pemahaman
|
||||
|
|
|
Variabel dan hipotesis suatu kemutlakan
|
Tidak
mengenal istilah variabel dan hipotesis
|
||||
|
|
|
Uji
teori (hipotesis)
|
Merumuskan
teori melalui proposisi
|
||||
|
2
|
Data/Informasi
|
Didominasi
data angka dan sesuatunya cenderung dikuantifikasi
|
Dominan
data verbal (teks, wawancara). Angka hanya untuk penyebutan
|
||||
|
3
|
Format
Proposal
|
Kaku,
rigit dan sangat ketat
|
Fleksibel
dan tentatif
|
||||
|
4
|
Kerangka
Pikir
|
Lebih
menunjukkan hubungan antar variabel (XèYèZ)
|
Lebih
menunjukkan kronologis fakta/fenomena yang disertai konsep/teori/model untuk
memahaminya
|
||||
|
5
|
Metode Riset
|
Kuantitatif
(sebutkan secara khusus)
|
Kualitatif
(sebutkan secara khusus)
|
||||
|
|
Instrumen Pengumpulan Data
|
Angket
yang sudah didesain sesuai variabel dan manipulasi indikator (utama)
|
Peneliti
dilengkapi guide interview untuk melakukan wawancara mendalam
|
||||
|
|
|
Informasi
tambahan diperoleh melalui dokumen, wawancara dan observasi
|
Observasi
dan penilaian subyek (informan) penelitian terhadap fenomena/fakta tertentu.
|
||||
|
|
Penjabaran Masalah
|
Definisi KonseptualDefinisi Operasional
Variabel
Penelitian
Indikator
|
Fokus
Penelitian
Dimensi
yang dikaji
|
||||
|
|
Penyajian data
|
Tabulasi
angka (table sheet)
|
Tabulasi
teks (verbal hasil wawancara, observasi dan pengakuan subyek)
|
||||
|
|
Pembahasan (Analisis dan
interpretasi)
|
Menggunakan
bantuan statistik sesuai dengan
karakter masalah, jenis dan skala data.
Uraian
singkat tentang arti hasil perhitungan dan mengkomparasikan-nya dengan teori.
|
Double
heurmenetic (penyampaian prolog emic/meaning; kupasan prolog etic dan perang
tanding data dengan teori untuk ‘value loaden data’ è proposisi
|
||||
PENELITIAN SOSIAL (SOCIAL RESEARCH)
RISET berasal dari kata Re=kembali, Search=mencari.
RISET atau PENELITIAN adalah:
Kegiatan mencari ulang, mengungkapkan kembali gejala atau kenyataan yang sudah ada untuk direkonstruksi guna memperoleh kebenaran tentang sesuatu yang dipertanyakan dalam riset (5 W+1H) dgn tujuan mendapatkan pengetahuan baru
Secara garis besar, kategori riset dapat dibedakan menjadi 2 kelompok keilmuan, yaitu:
r Riset untuk ilmu-ilmu eksakta (ilmu pasti)
r Riset untuk ilmu-ilmu sosial (rumpun ilmu humaniora).
Apa perbedaan keduanya:
Substansi |
Ilmu Eksakta |
Ilmu Sosial |
Sifat Objek |
Materi |
Manusia (Sifat dan Perilaku) |
Berwujud |
Abstrak |
|
Bisa dimanipulasi dan direkayasa |
Sulit atau bahkan tidak mungkin dimanipulasi dan direkayasa |
|
Sifat Kebenaran |
Absolut (relatif pasti) |
Kebenaran ganda (tergantung konteks) |
Sifat Ukuran |
Kuantitas |
Kualitas |
KOPERASI INDONESIA : ANALISA SWOT KOPERASI
Perencanaan Strategis Dengan Menggunakan Analisa
SWOT Untuk Koperasi Indonesia
Setelah membahas tentang RAT kita lanjutkan dengan pembahasan bagaimana cara menyusun rencana strategis menggunakan anlisa SWOT untuk Koperasi Indonesia.
Dalam Manajemen Koperasi Perencanaan strategis adalah pengambilan keputusan saat ini untuk koperasi yang akan dilakukan pada masa datang. Pengambilan keputusan dalam organisasi Koperasi Indonesia harus mempertimbangka Sumber daya, kondisi saat ini serta peramalan terhadap keadaan yang mempengaruhi koperasi dimasa yang akan datang.Kita Bisa ambil Contoh Kondisi saat ini disini dan disini
Untuk melakukan perencanaan Strategis dalam koperasi maka pengurus koperasi harus memperhatikan 4 aspek penting yaitu masa depan dan peramalanya, aspek lingkungan baik internal atau eksternal, target kedepan dan terakhir strategi untuk pencapaian target.
Organisasi Koperasi seacara kelembagaan harus mempunyai perangkat organisasi koperasi yang menjadi sarana dalam pencapaian tujuan koperasi. Perangkat fundamental dalam perencanaan strategis yang kemudian menjadi kelengkapan organisasi yang wajib ada adalah parameter-parameter idialisme dasar seperti; visi, misi, goal, objektif,
Untuk mempercepat percapaian Renstra koperasi diperlukan:
- Spesific ( kekhususan)
- Measurable ( Terukur)
- Achieveable ( Dapat dicapai)
- Rationable ( Rasional, dapat dipahami)
- Timebound ( Ada limit/batas waktu)
Setelah membahas tentang RAT kita lanjutkan dengan pembahasan bagaimana cara menyusun rencana strategis menggunakan anlisa SWOT untuk Koperasi Indonesia.
Dalam Manajemen Koperasi Perencanaan strategis adalah pengambilan keputusan saat ini untuk koperasi yang akan dilakukan pada masa datang. Pengambilan keputusan dalam organisasi Koperasi Indonesia harus mempertimbangka Sumber daya, kondisi saat ini serta peramalan terhadap keadaan yang mempengaruhi koperasi dimasa yang akan datang.Kita Bisa ambil Contoh Kondisi saat ini disini dan disini
Untuk melakukan perencanaan Strategis dalam koperasi maka pengurus koperasi harus memperhatikan 4 aspek penting yaitu masa depan dan peramalanya, aspek lingkungan baik internal atau eksternal, target kedepan dan terakhir strategi untuk pencapaian target.
Organisasi Koperasi seacara kelembagaan harus mempunyai perangkat organisasi koperasi yang menjadi sarana dalam pencapaian tujuan koperasi. Perangkat fundamental dalam perencanaan strategis yang kemudian menjadi kelengkapan organisasi yang wajib ada adalah parameter-parameter idialisme dasar seperti; visi, misi, goal, objektif,
Untuk mempercepat percapaian Renstra koperasi diperlukan:
- Spesific ( kekhususan)
- Measurable ( Terukur)
- Achieveable ( Dapat dicapai)
- Rationable ( Rasional, dapat dipahami)
- Timebound ( Ada limit/batas waktu)
KOPERASI MEWUJUDKAN KEBERSAMAAN DAN KESEJAHTERAAN: MENJAWAB TANTANGAN GLOBAL DAN REGIONALISME BARU
|
Dasar- dasar Manajemen Koperasi
Pengertian Koperasi, Tujuan
serta Tugasnya
1.
Pengertian koperasi adalah
perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum yang berasas
kekeluargaan, bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan
kesejahteraan masyarakat pada umumnya.
2.
Koperasi harus menjalankan
satu atau beberapa usaha di bidang ekonomi. Tujuan koperasi melakukan kegiatan
usaha bukan semata-mata mencari keuntungan tetapi untuk mempertinggi
kesejahteraan anggota dan masyarakat di sekitamya.
3.
Tujuan utama koperasi untuk
mempertinggi kesejahteraan masyarakat, maka tidak semua hasil usaha dibagi
kepada anggota, tetapi sebagian disimpan sebagai cadangan dana sosial yang
dapat digunakan untuk mempertinggi kesejahteraan masyarakat.
4.
Koperasi memiliki beberapa
prinsip koperasi yang dapat membedakan koperasi dari organisasi ekonomi yang
lain.
1.
Koperasi konsumsi pertama
kali muncul di Inggris sebagai akibat adanya keadaan yang sangat menyedihkan
dalam kehidupan kaum buruh sesudah revolusi industri, sehingga menggerakkan
hati R. Owen dan William King untuk turun tangan mengatasi masalah tersebut.
2.
Revolusi Perancis ternyata
tidak dapat memperbaiki nasib rakyat kecil. Kesengsaraan rakyat Perancis
mendorong orang-orang budiman seperti Ch. Fourier dan L. Blanc untuk
mengusahakan berdirinya koperasi sebagai cara untuk ke luar dari kesengsaraan
tersebut.
3.
Keadaan di Jerman, di mana
sebagian besar tanah dikuasai oleh tuan tanah mengakibatkan rakyat kecil yang
sebagian besar terdiri dari kaum tani terjerat hutang. Keadaan ini mendorong Raiffeissen dan
Schulze mendirikan koperasi kredit sebagai salah satu pemecahan tersebut.
4. Masyarakat Indonesia sudah terbiasa hidup
dengan jiwa kegotongroyongan sehingga merupakan lahan subur bagi tumbuhnya
koperasi. Akan tetapi untuk menjaga keberadaan koperasi diperlukan beberapa
kondisi antara lain kesadaran anggota dan kemampuan pengurus. Selain itu
koperasi tersebut memang benar-benar dibutuhkan, seperti yang pernah didirikan
oleh R. Wiriaatmadja dan Margono Djojohadikoesoemo.
PENGERTIAN EVALUASI PROYEK, ASPEK-ASPEKNYA DAN METODE MEMPEROLEH GAGASAN
A.
KONSEP EVALUASI PROYEK
1.
Pengertian Evaluasi Proyek
Evaluasi
Proyek, juga dikenal sebagai studi kelayakan proyek (atau studi kelayakan
bisnis
pada
proyek bisnis), merupakan pengkajian suatu usulan proyek (atau bisnis), apakah
dapat
dilaksanakan (go project) atau tidak (no go project), dengan berdasarkan
berbagai
aspek
kajian. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah suatu proyek dapat
dilaksanakan
dengan berhasil, sehingga dapat menghindari keterlanjuran investasi modal
yang
terlalu besar untuk kegiatan yang ternyata tidak menguntungkan.
Dilihat
dari kapan evaluasi dilakukan pada proyek, dapat dibedakan 4 jenis evaluasi
proyek:
•
Evaluasi terhadap usulan proyek yang akan didirikan (pre-project evaluation);
•
Evaluasi terhadap proyek yang sedang dibangun (on-construction project
evaluation);
•
Evaluasi terhadap proyek yang telah dioperasionalisasikan (on-going project
evaluation).
•
Evaluasi terhadap proyek yang telah berakhir (post-project evalution study).
2.
Hal-Hal yang Perlu Diketahui dalam Evaluasi Proyek
Sebelum
dilakukan suatu evaluasi proyek, perlu diidentifikasikan hal-hal berikut:
•
Ruang Lingkup Kegiatan Proyek, yakni pada bidang-bidang apa saja proyek akan
beroperasi
(mission statement of business).
•
Cara kegiatan proyek dilakukan, yakni apakah proyek akan ditangani sendiri,
atau
ditangani
juga oleh (beberapa) pihak lain?
•
Evaluasi terhadap aspek-aspek yang menentukan keberhasilan seluruh proyek,
yakni
mengidentifikasi
faktor-faktor kunci keberhasilan proyek.
•
Sarana yang diperlukan oleh proyek, menyangkut bukan hanya kebutuhan seperti:
material,
tenaga kerja, dan sebagainya, tetapi juga fasilitas-fasilitas pendukung seperti
jalan
raya, transportasi, dan sebagainya.
•
Hasil kegiatan proyek tersebut serta biaya-biaya yang harus ditanggung untuk
memperoleh
hasil tersebut.
•
Akibat-akibat yang bermanfaat ataupun yang tidak dari adanya proyek tersebut.
•
Langkah-langkah rencana untuk mendirikan proyek, beserta jadwal masing-masing
kegiatan
tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)

