KAUM 'AD DAN UBAR "ATLANTIS di PADANG PASIR"
Kaum lain yang dihancurkan dan disebutkan dalam berbagai surat dalam Al Qur'an adalah kaum 'Ad yang disebutkan setelah kaum Nuh. Nabi Hud yang diutus untuk kaum 'Ad memerintahkan kepada kaumnya , sebagaimana yang telah dikerjakan oleh para nabi, untuk beriman kepada Allah tanpa menyekutukan-Nya dan mematuhinya ( Hud) sebagai Nabi pada waktu itu. Orang-orang menanggapinya dengan rasa permusuhan terhadap Hud. Mereka menuduhnya sebagai orang yang kurangajar, penuh dengan kebohongan dan berusaha untuh mengubah sistem yang telah berlangsung sejak para pendahulu mereka. |
KAUM NABI LUTH : Dan Kota Yang Dijungkirbalikkan
Nabi Luth hidup satu masa dengan Ibrahim. Luth diutus sebagai seorang pembawa risalah kepada salah satu kelompok masyarakat yang hidup berdekatan dengan kaum Nabi Ibrahim. Kaum ini, sebagaimana diriwayatkan dalam Al Qur'an mengerjakan perbuatan yang menyimpang yang kemudian dikenal luas sebagai perilaku sodomi. Dikala Luth menyerukan kepada mereka untuk menghentikan penyimpangan tersebut diserukan kepada mereka peringatan dari Allah, maka mereka mengingkarinya, menolak kenabian Lut dan meneruskan penyimpangan perilaku mereka. Pada akhirnya kaum ini dihancurkan/dilulhlantakkan dengan bencana yang mengerikan. Kota dimana dahulu Nabi Luth berdiam, dalam Perjanjian Lama dihubungkan dengan kota Sodom, Berada disebelah Utara laut Merah, masyarakat ini diketahui telah dihancurkan sebagaimana termaktub dalam Al Qur'an. |
KEHIDUPAN NABI IBRAHIM
Nabi Ibrahim (Abraham) sering disebutkan di dalam Al Qur'an dan mendapatkan tempat yang istimewa di sisi Allah sebagai contoh bagi manusia. Dia menyampaikan kebenaran dari Allah kepada umatnya yang menyembah berhala, dan dia mengingatkan mereka agar takut kepada Allah. Umat nabi Ibrahim tidak mematuhi perintah itu, bahkan sebaliknya mereka menentangnya. Ketika penindasan yang semakin meningkat dari kaumnya, nabi Ibrahim pindah ke mana saja bersama istrinya, bersama dengan nabi Lut dan mungkin dengan bebeapa orang lain yang menyertai mereka. Nabi Ibrahim adalah keturunan dari nabi Nuh. Al qur'an juga mengemukakan bahwa dia juga mengikuti jalan hidup (diin) yang diikuti Nabi Nuh.
"Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam".
Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat
baik. Sesungguhnya dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman.
Kemudian Kami tengelamkan orang-orang yang lain. Dan sesungguhnya Ibrahim
benar-benar termasuk golongannya (Nuh).(QS Ash- Shafaat: 79-83).
|
BANJIR NABI NUH
Sebagaimana Banjir Nuh itu juga dikisahkan dalam hampir seluruh kebudayaan manusia, banjir Nuh adalah salah satu dari sekian banyak contoh kisah-kisah yang paling banyak diuraikan dalam al-Qur'an. Kengganan umat Nabi Nuh terhadap nasehat dan peringatan dari Nabi Nuh, bagaimana reaksi mereka terhadap risalah Nabi Nuh, serta bagaimana peristiwa banjir selengkapnya terjadi, semuanya diceritakan dengan sangat detail dalam banyak ayat al-Qur'an.Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar dan mereka adalah orang-orang yang zalim. (QS. Al Ankabut: 14)
Nabi Nuh diutus untuk mengingatkan umatnya yang telah meninggalkan ayat-ayat Allah dan menyekutukanNya, dan menegaskan kepada mereka untuk hanya menyembah Allah saja dan berhenti dari sikap pembangkangan mereka. Meskipun Nabi Nuh telah menasehati umatnya berkali-kali untuk mentaati perintah Allah serta mengingatkan akan murka Allah, mereka masih saja menolak dan terus menyekutukan Allah.
Tentang bagaimana kejadian itu berkembang, dilukiskan dengan jelas dalam ayat-ayat berikut:
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Lalu
ia berkata "Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak
ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepadaNya)?".
Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab: "Orang ini tidak
lain hanyalah manusia seperti kamu , yang bermaksud hendak menjadi seorang yang
lebih tinggi dari kamu . Dan kalau Allah menghendaki , tentu Dia mengutus
beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar seruan (seruan yang
seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu. Ia tidak lain hanyalah
seorang laki-laki yang berpenyakit gila , maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya
sampai suatu waktu. Nuh berdoa, "Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka
mendustakanku" .(Al-Mukminun : 23-26)
Sebagaimana dikemukakan dalam ayat-ayat tersebut, pemuka masyarakat di
sekitar Nabi Nuh berusaha menuduh bahwa Nabi Nuh telah berusaha untuk munjukkan
superioritasnya atas masyarakat lingkungannya, mencari keuntungan pribadi
seperti status sosial, kepemimpinan dan kekayaan......Harun Yahya
Harun Yahya adalah nama pena ADNAN OKTAR
yang
lahir di Ankara pada tahun 1956. Sebagai seorang da'i dan ilmuwan terkemuka asal
Turki, beliau sangat menjunjung tinggi nilai akhlaq dan mengabdikan hidupnya
untuk mendakwahkan ajaran agama kepada masyarakat. Adnan Oktar memulai
perjuangan intelektualnya pada tahun 1979, yakni ketika menuntut ilmu di Akademi
Seni, Universitas Mimar Sinan. Selama berada di universitas tersebut, beliau
melakukan pengkajian yang mendalam tentang berbagai filsafat dan ideologi
materialistik yang sangat berpengaruh terhadap masyarakat sekitar. Hal ini
menjadikan beliau lebih tahu dan paham dibandingkan dengan para pendukung
filsafat atau ideologi itu sendiri. Berbekal informasi dan pengetahuan yang
mendalam ini, beliau menulis berbagai buku tentang bahaya Darwinisme dan teori
evolusi, yang merupakan ancaman terhadap nilai-nilai akhlaq, terhadap dunia;
serta buku tentang keruntuhan teori ini oleh ilmu pengetahuan. Majalah ilmiah
populer terkenal New Scientist edisi 22 April 2000 menjuluki Adnan Oktar sebagai
"pahlawan dunia" yang telah membongkar kebohongan teori evolusi dan mengemukakan
fakta adanya penciptaan. Penulis juga telah menghasilkan berbagai karya tentang
Zionisme dan Freemasonry, serta ratusan buku yang mengulas masalah akhlaq dalam
Al-Qur'an dan bahasan-bahasan lain yang berhubungan dengan akidah.Nama pena Harun Yahya berasal dari dua nama Nabi: "Harun" (Aaron) dan "Yahya" (John) untuk mengenang perjuangan dua orang Nabi tersebut melawan kekufuran.
Mengenal Internet
Jaringan internet
benar-benar
dimanfaatkan
oleh
masyarakat,
instansi
swasta, maupun pemerintah sebagai wahana dan sarana untuk
menambah wawasan. Tidak hanya itu saja, antarmanusia dapat saling bertukar
informasi dan dapat
memberdayakan informasi tersebut.
Keuntungan yang diperoleh melalui internet adalah kemudahan dalam memperoleh informasi. Internet memungkinkan
siapapun mengakses berita-berita terkini
melalui koran elektronis seperti Republika Online (www.republika.co.id) dan Kompas Cyber Media (www.kompas.com). Selain itu, melalui
internet Anda dapat melakukan
transaksi bisnis melalui
e-bussines atau Anda juga dapat
melakukan pembelajar- an
jarak jauh (Distance Learning atau e-Learning), dan lain-lain
Ketika Akal Bertentangan dengan Dalil Syar’i
Segala puji bagi Allah Rabb semesta
alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan
orang-orang yang mengikuti beliau hingga akhir zaman.
Artikel berikut adalah artikel yang
merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya yang membahas tentang akal (Mendudukkan
Akal pada Tempatnya).
Akal Tidak
Bisa Berdiri Sendiri
Walaupun akal bisa digunakan untuk
merenungi dan memahami Al Qur’an, akal tidaklah bisa berdiri sendiri. Bahkan
akal sangat membutuhkan dalil syar’i (Al Qur’an dan Hadits) sebagai penerang
jalan. Akal itu ibarat mata. Mata memang memiliki potensi untuk melihat suatu
benda. Namun tanpa adanya cahaya, mata tidak dapat melihat apa-apa. Apabila ada
cahaya, barulah mata bisa melihat benda dengan jelas.
Jadi itulah akal. Akal barulah bisa
berfungsi jika ada cahaya Al Qur’an dan As Sunnah atau dalil syar’i. Jika tidak
ada cahaya wahyu, akal sangatlah mustahil melihat dan mengetahui sesuatu.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
mengatakan,
“Bahkan akal adalah syarat untuk mengilmui sesuatu dan untuk beramal dengan baik dan sempurna. Akal pun akan menyempurnakan ilmu dan amal. Akan tetapi, akal tidaklah bisa berdiri sendiri. Akal bisa berfungsi jika dia memiliki instink dan kekuatan sebagaimana penglihatan mata bisa berfungsi jika ada cahaya. Apabila akal mendapati cahaya iman dan Al Qur’an barulah akal akan seperti mata yang mendapatkan cahaya mentari. Jika bersendirian tanpa cahaya, akal tidak akan bisa melihat atau mengetahui sesuatu.” (Majmu’ Al Fatawa, 3/338-339)
Intinya, akal bisa berjalan dan berfungsi jika ditunjuki oleh dalil syar’i yaitu dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah. Tanpa cahaya ini, akal tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya.
“Bahkan akal adalah syarat untuk mengilmui sesuatu dan untuk beramal dengan baik dan sempurna. Akal pun akan menyempurnakan ilmu dan amal. Akan tetapi, akal tidaklah bisa berdiri sendiri. Akal bisa berfungsi jika dia memiliki instink dan kekuatan sebagaimana penglihatan mata bisa berfungsi jika ada cahaya. Apabila akal mendapati cahaya iman dan Al Qur’an barulah akal akan seperti mata yang mendapatkan cahaya mentari. Jika bersendirian tanpa cahaya, akal tidak akan bisa melihat atau mengetahui sesuatu.” (Majmu’ Al Fatawa, 3/338-339)
Intinya, akal bisa berjalan dan berfungsi jika ditunjuki oleh dalil syar’i yaitu dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah. Tanpa cahaya ini, akal tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya.
Langganan:
Postingan (Atom)

